Selamat datang kawan-kawan di Blog saya yang sederhana ini. Semoga kalian yang berkunjung mendapat manfaat dari sini. Blog ini akan selalu saya update dengan tulisan-tulisan terbaru sehingga bagi yang berkunjung tidak jenuh,apalagi bosan. Bagi yang ingin copy paste juga saya silahkan, dengan catatan harus menyertakan sumber asalnya dari blog saya ini sebagai catatan dibawahnya. Budayakanlah ungkapan terima kasih ya? Selain itu pada data dibawah,terdapat beberapa banner yang bisa kamu klik untuk bisnis online bagi pemula, ya siapa tau aja minat?silahkan lihat-lihat ........

Kamis, 21 Juni 2012

Dukun Vs Paranormal: Penyelewengan Bahasa atau Pembingungan Profesi?

Dukun melakukan sebagian dari kegiatan paranormal. Perdukunan hanyalah sebagian kecil dari fenomena paranormal. Dukun dalam bahasa Inggris disebut  dengan beberapa  istilah, tergantung keahliannya, dari mulai clairvoyant (dukun/tabib) yaitu  penyembuh penyakit, hingga psychic (cenayang/peramal), yaitu orang yang dapat melihat masa lalu atau mengaku dapat meramal masa depan berdasarkan masa lalu dan sekarang, dsb.

Definisi “Dukun” versi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : “Orang yang pekerjaannya menolong orang susah dan sakit, mengobati, memberi jampi-jampi dan mantra, dan konon, diantaranya melakukan kegiatannya lewat kemampuan tenaga gaib” .  Jadi jangan sebut dukun anda atau peramal kartu tarot anda sebagai “paranormal”. Sebut mereka sebagai Dukun. Lalu berikan wilayah ekspertis-nya dibelakang kata “dukun”, semisal: Dukun Beranak, Dukun Jodoh, Dukun Kartu Tarot, Dukun Patah Tulang, Dukun Berbagai penyakit, Dukun Tenung,  DUKUN ADALAH BAHASA INDONESIA YANG BENAR


Sejak kapan sih Dukun disebut Paranormal??? Dan siapa yang pertama kali menggeser penggunaan kata “Dukun” menjadi “Paranormal”? Para dukun yang ingin menaikkan pamor mereka dengan terminologi  baru berbau science atau para klien yang ingin menyembunyikan rasa malu mereka terhadap istilah “Dukun” yang berbau “tradisional”?.  Tanpa bermaksud ingin menghakimi para dukun (mohon jangan santet saya karena tersinggung), atau meledek para klien pemakai jasa dukun (Mohon jangan musuhi saya juga), saya ingin meluruskan penggunaan kata Dukun dan Paranormal yang diselewengkan entah oleh pihak mana. Pastinya oleh salah satu pihak diantara  dukun dan pengguna jasa dukun. Kelihatannya sebuah  kesengajaan penyelewengan bahasa atau kesengajaan pembingungan profesi, bukan sekedar kekeliruan bahasa.  Untuk lebih fair, jadi bukan karena saya anti perdukunan, saya mempergunakan tool Linguistik (ilmu bahasa) sebagai alat penyelidikan.

Secara Etimologi (Ilmu bahasa yang mempelajari asal usul kata), kata “paranormal” berasal dari bahasa Yunani kuno dan Latin; dengan asal kata  “para” dan “normal”. “Para” diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, artinya  adalah “beyond” atau  “outside” atau “above”, yang artinya “melampaui” atau “diatas”.  Jadi sebagai kata benda  atau kata sifat “Paranormal”  berarti  “melampaui batas normal”.  Sesuai dengan asal-usul katanya, kata “paranormal” tidak dipakai sebagai kata benda yang menggambarkan orang yang memiliki kemampuan paranormal. Jadi kalau tiba-tiba saja belakangan  di Kamus Besar Bahasa Indonesia muncul kata paranormal sebagai “orang yang melakukan kegiatan perdukunan dan paranormal”, yah itu menghianati kaidah dasar Etimologi namanya. Salah besar! (Mohon Penulis Kamus Besar Bahasa Indonesia jangan santet saya juga setelah membaca tulisan  ini karena tersinggung!)

Definisi paranormal menurut Oxford University Press dan Kamus Webster adalah sbb.: Paranormal phenomena are those supposedly due to powers of the mind that go beyond the normal, such as extra-sensory perception, or perception by means independent of the normal use of the senses, telepathy, psychokinesis, precognition or powers of prophecy, and survival of bodily death.”. Kira-kira artinya sbb: “Paranormal adalah fenomena dari hal-hal dan kekuatan-kekuatan yang melampaui batas normal pemikiran dan panca indra manusia normal seperti misalnya kelebihan-kelebihan indra ke-6, telepati, psikokinesis, kekuatan dalam melakukan prediksi dan menembus masa lalu, serta  kehidupan orang mati”.

Jadi fenomena-fenomena yang tergolong dalam “paranormalisme” adalah amat sangat luas, dan dukun hanya melakukan sebagian kecil dari kegiatan paranormal. Semisal, jika kita melihat seseorang  mampu memindahkan benda-benda dengan kekuatan energi psikokinetik, maka kita mengatakan orang tersebut sebagai “seseorang dengan kekuatan psikokinetik” yang menjadi bagian kecil dari paranormalisme. Jika kita melihat seseorang membantu pihak kepolisian menemukan orang hilang maka ia disebut “psychic” atau cenayang. Sementara, dukun yang keahliannya menghentikan hujan kita sebut pawang hujan.

Pesan saya untuk para klien/pecinta dukun, kalau anda malu pakai jasa dukun, yah jangan ke dukun lah, atau ngumpet-ngumpet saja,  tapi jangan juga mengganti sebuah kata dengan menggeser asal-usul kata dan makna sesungguhnya, sehingga terdengar lebih “keren” dan memberikan rasa pede untuk mengumbarnya serta menghilangkan rasa malu anda. Memang, kalimat  “kemarin gue habis ketemu Paranormal gue” mungkin terdengar lebih cool dari pada “ kemarin gue habis ketemu dukun gue”

Pesan saya untuk para dukun, Dukun adalah bahasa Indonesia yang sangat benar untuk menggambarkan profesi anda,  bukan paranormal. Apa yang anda kerjakan itulah (sebagian), yang kadang-kadang bersifat paranormal. Saya katakan kadang-kadang, karena  sebelum hasilnya kelihatan, yah keadaan itu belum paranormal namanya. Jadi kalau anda baru pada tahap kasih air putih yang di jampi-jampi atau kain putih membalut aji-aji,  dan nasihat-nasihat lewat mulut komat-kamit anda, dan hasilnya belum kelihatan, bukan paranormal namanya! Itu baru “action” awal perdukunan. Oke Pak/Bu/Bung Dukun? (Sekali lagi, mohon jangan santet saya karena tersinggung, ya?)
(from :  http://tsinaga.multiply.com/ )

Tidak ada komentar: